Obesitas Pada Ibu Hamil

Obesitas Pada Ibu Hamil – Ibu hamil sebaiknya jangan makan secara berlebihan. Dampaknya bukan hanya pada kesehatan ibu, tapi juga pada janin. Anak dari ibu yang kegemukan atau obesitas ketika hamil, beresiko lebih besar memiliki asma atau mengi (nafas berbunyi) ketika remaja. Hampir 7000 remaja di Finlandia menunjukkan makin gemuk ibu, resiko ,emhi dan gejala asma makin tinggi. Dibandingkan dengan ibu berat badan nomal, kelompok ibu dengan berat badan berlebih memiliki kemungkinan 47% anak mereka terkena penyakit asma/ mengi ketika remaja.

Obesitas Pada Ibu Hamil

Obesitas Pada Ibu Hamil

Obesitas Pada Ibu Hamil

Disimpulkan Obesitas Pada Ibu Hamil dapat mengganggu pertumbuhan normal janin, akibat terganggunya aktivitas metabolik atau hormonal. Jaringan adiposa (lemak) mengeluarkan zat inflamasi menyebabkan peradangan (inflamasi) sistemik. Ini dapat mempengaruhi pembentukan imunologis dan paru-paru janin. Obesitas Pada Ibu Hamil perlu disesuaikan dengan berat badan ibu sebelum hamil. Jika berat badan normal, penambahannya 11,5-16 kg. Ibu yang overweight cukup menambah 7-11,5 kg, dan Ibu obesitas hanya perlu menambag 6,8 kg. Penambahan kalori dalam menu sehari-hari cukup 300 kkal; sebanding dengan dua gelas susu. Pilih makanan yang sehat dan segar. Perbanyak sayur dan buah yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral namun rendah lemak dan kalori. Keuntungan untuk ibu, Berat badan lebih mudah turun setelah melahirkan

Zaman sekarang, kasus penyakit diabetes di masa kehamilan atau yang disebut dengan istilah gestational diabetic yang akan semakin mengalami peningkatan. Penyebab yang paling utama adalah akibat obesitas atau kelebihan berat badan. Akibat dari terjadinya resiko peningkatan tadi, maka setiap ibu hamil diwajibkan untuk melakukan screening pada gula darah yang paling utama di saat usia kehamilan Anda menginjak usia minggu ke 24-28. Ibu hamil diwajibkan untuk bisa mengontrol berat badan mereka agar tetap dalam kondisi yang leb ih ideal. Peningkatan yang terjadi pada berat badan di trisemester yang pertama memang terjadi lebih relatif sedikit, tidak mengalami kenaikan atua juga pengurangan akibat muntah-muntah. Selain itu, peningkatan akibat berat badan yang terjadi dengan pesat akan terjadi pada trisemester 2-3. Dalam periode inilah hal yang harus dilakukan pada pemantauan ekstra berat badan ibu.

Setelah proses persalinan, ragam dari komplikasi masih tetap menunggu. Infeksi yang terjadi setelah proses persalinan akibat dari pembuluh darah yang banyak mengalami sumbatan akan terjadi lebih sering. Selain itu juga, lemak yang berlipat pada lapisan kulit adalah salah satu media yang sangat kondusif untuk kuman bisa tumbuh sehingga infeksi akan dengan lebih mudah terjadi. Dan selain itu juga resiko lain yang kemungkinan terjadi adalah plasenta yang bermanfaat untuk bisa menyuplai oksigen yang menyempit akibat adanya lemak. Padahal, suplai oksigen yang terhambat akan membuat sel-sel otak janin menjadi rusak dan akan menurnkan kecerdasan anak Anda. Kemungkinan yang paling buruk adalah bisa mengalami penyakit paru-paru dan juga terlahir dalam keadaan obesitas.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter pertama kali adalah melakukan serangkaian tes pada trisemester awal. Dan harus dilakukan pada pemeriksaan gula darah, tekanan darah serta pada pengukuran berat badan si ibu. Pemeriksaan ini biasanya diulang lagi pada akhir trisemester 3 untuk mengetahui apakah sang ibu mempunyai resiko untuk bisa menderita penyakit diabetes dan penyakit hipertensi. Selanjutnya, akan dilakukan suatu pemantauan pada perkembangan si janin dari bulan ke bulan.

Obat Obesitas Alami

Obat obesitas alami untuk ibu hamil adalah :

  1. Susu
    Susu merupakan salah satu obat obesitas alami karena kebutuhan dari kalsium yang akan mengalami peningkatan selama proses kehamilan terjadi. Melengkapi kebutuhan susu saat sedang hamil merupakan salah satu hal yang penting untuk bisa mencukupi kebutuhan dari kalsium. Jika Anda tidak suka susu, maka Anda bisa mengonsumsi jenis olahan susu misalnya adalah yighurt dan keju. Mengonsumsi susu paling tidak 4 cangkir dalam setiap harinya bisa membantu membuat tulang, gigi dan mencegah terjadinya penyakit osteoporosis.
  2. Kacang-kacangan
    Obat obesitas alami lainnya adalah  kacang-kacangan. Dumber dari makanan yang berbahan kacang-kacangan bisa Anda dapatkan dari makanan seperti tahu dan juga tempe. Kedua jenis makanan ini berbahan dasar kacang kedelai. Tahu serta tempe adalah salah satu obat obesitas alami yang sehat dan murah. Anda bisa menyajikan paling tidak 50 gram dalam setiap harinya. Tahu serta tempe sangat baik untuk diolah, misalnya adalah dijadikan sebagai campuran dari masakan tumisan sayuran, dan dibacem, serta digoreng atau yang lainnya.
  3. Sayuran
    Sayuran adalah salah satu obat obesitas alami yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi bagi ibu yang sedang hamil. Kandungan vitamin, mineral serta serat tinggi yang ada di dalam sayuran sangat baik untuk dikonsumsi. Beberapa jenis sayuran yang baik adalah seperti bayam, brokoli, wortel dan labu siam serta jenis sayuran lainnya.
  4. Buah-buahan
    Obat obesitas alami lainnya adalah buah-buahan. Konsumsi buah-buahan paling tidak 150 hram dalam setiap harinya. Anda juga bisa mengolahnya menjadi jus yang terbuat dari buah-buahan atau juga dengan cara membuatnya menjadi salad.
  5. Daging tanpa lemak atau ikan
    Obat obesitas dengan memilih jenis daging yang tidak mengandung lemak sangat baik untuk dikonsumsi. Bahan makanan untuk jenis seperti ini sebaiknya dimasukkan dalam menu makanan Anda.

Obesitas Pada Ibu Hamil

Cara Pemesanan Obat Obesitas Alami – Jamu Tetes Alami Soman 1 Untuk Obesitas
(SOZO FORMULA MANGGATA 1)

Soman1 Untuk Obesitas

1 Botol Jamu Tetes Soman Obat Obesitas Kemasan 15 ml Harga Rp. 230.000,-/Botol

Cara Pemesanan Cepat Jamu Tetes Soman 1-Obat Obesitas:

Order melalui SMS ke 0852-8272-6096, tuliskan: Pesan Obat Obesitas, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

This entry was posted in Obesitas and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>